Jumat, 24 Mei 2013

Apa Itu Preferred Stock(Saham Preferen)?

Pada post terdahulu kita telah mengetahui paling tidak ada 2 jenis saham yang diterbitkan oleh perusahaan. Pada post kali ini kita akan membahas salah satunya yaitu Preferred Stock(saham preferen). Dalam perbincangan sehari-hari yang dimaksud dengan 'saham' sebagian besar bukan mengacu pada preferred stock ini namun lebih kepada common stock. Blog ini juga akan jauh lebih membahas mengenai common stock, karena seni ber-investasi lebih didapat pada common stock yang nilainya lebih ber-fluktuatif. Namun tidak ada salahnya kita membahas terlebih dahulu saham jenis yang lain yaitu preferred stock.


Dengan memiliki Preferred stock artinya anda juga memiliki bagian dari kepemilikan sebuah perusahaan. Deviden yang anda dapatkan cenderung fix dan tidak terpengaruh dengan kondisi dari perusahaan pada saat itu. Pemilik preferred stock tidak memiliki hak suara pada RUPS. Pemilik preferred stock akan lebih didahulukan pada saat pembagian deviden. 

Ada sisi positif dari memiliki preferred stock yaitu pada saat perusahaan mengalami pertumbuhan/laba bersih berapa pun maka hak deviden yang didapat oleh pemilik preferred stock akan tetap. Namun sisi negatifnya bila laba bersih yang dihasilkan perusahaan naik drastis maka yang akan menikmati hasilnya adalah pemilik common stock, sedangkan pemilik preferred stock hanya bisa jadi penonton dan merasa cukup dengan hasil fix yang telah dijanjikan sebelumnya. Preferred stock ini memiliki tingkat resiko yang rendah. Bahkan pada saat perusahaan tidak mampu memberikan deviden-pun pemilik preferred stock tetap berhak atas deviden yang bentuknya berupa hutang yang harus dibayarkan oleh perusahaan.

Preferred stock ini juga ada yang dapat di konversi ke jenis saham biasa yang disebut convertibel preferred stock. Konversi ini akan mengikuti rasio-rasio tertentu. Biasanya para investor lebih menyukai jenis prefered stock yang convertible dari pada yang non-convertible. Harga saham preferen ini juga dapat mengalami kenaikan terutama bila bunga deposito sedang turun biasanya para investor yang tidak suka mengambil resiko akan mencari instrumen lain untuk investasi salah satunya adalah preferred stock ini, dan bila terjadi kenaikan permintaan maka terjadilah hukum supply and demand yang dapat menaikan harga saham preferen ini.

Sekali lagi di blog ini fokus utama kita pada common stock, preferred stock hanya sebagai informasi bagi kita bahwa ada juga saham yang tingkat resiko nya lebih kecil. Barangkali bagi pembaca yang tidak terlalu suka mengambil resiko bisa mempertimbangkan preferred stock sebagai salah satu pilihan.


  • Jika hidup hanya sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Jika bekerja hanya sekedar bekerja, kera juga bekerja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar