Sebagai pemegang saham, bila perushaan sedang bertumbuh dan memiliki laba yang besar biasanya harga saham naik dan anda akan mendapatkan capital gain bila anda memutuskan untuk menjual saham tersebut. Namun bila kinerja perushaan turun biasanya harga saham akan turun. Namun banyak hal yang perlu diperhatikan mengapa harga saham bisa turun, bisa dari faktor internal perusahaan seperti kurang efisien nya penggunaan sumber daya perushaan atau menurunnya nilai penjualan karena persaingan yang ketat. Selain faktor internal, faktor eksternal juga dapat mempengaruhi harga saham seperti keadaan ekonomi makro yang kurang baik atau kejadian-kejadian politik dan keamanan)
Setiap lembar saham mewakili presentase kepemilikan perushaan, misalnya PT X memiliki modal Rp1.000.000.000 yang dikonvesersikan kedalam 1.000.000 lembar saham dengan harga per-saham RP 1000, maka dengan memiliki 1 lembar saham kita akan memiliki PT X sebesar 0,00001 %. Umumnya perushaan mengkonversikan modalnya menjadi jutaan atau bahkan miliaran lembar saham, terutama perusahaan-perusahaan besar.
Bila kita memiliki 5% atau lebih saham perusahaan publik maka kita diwajibkan untuk melaporkan kepemilikan kepada Bapepam-LK(Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan) dan perusahaan wajib mencantumkan dalam daftar pemegang saham perseroan. Jika kepemilikan sampai 25% atau lebih maka akan dicatat sebagai Pemegang Saham Utama atau Pengendali.
Kita dapat mengetahui kondisi perusahaan dari laporan keuangan yang wajib dilaporkan perusahaan melalui koran-koran nasional minimal 2 koran. Laporan ini sebelum nya harus melalui audit akuntan publik. Contoh surat kabar yang memuat laporan keungan adalah Kompas, Bisnis Indonesia dan lain sebagainya. Paling lama laporan keungan harus diumumkan pada 90 hari setelah tutup tahun buku.
Beberapa hal yang perlu dicermati oleh para pemegang saham yang dapat menaikan/menurunkan harga saham:
- Kerugian atau keuntungan akibat selisih kurs
- Perubahan pemegang saham
- Merger Perusahaan
- Akuisisi perusahaan
- Transaksi yang mengandung benturan kepentingan
- Direksi senior yang mengundurkan diri
- Kerugian akibat bencana
- Dll
Mudah-mudahan ini dapat memberikan gambaran tentang apa itu saham, mengapa perusahaan go public dan menawarkan sahamnya dan beberapa hal-hal mendasar tentang saham. Kita akan membahas lebih detail di post-post berikutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar